Cikal Bakal si Optimis dan si Pesimis

Nah, untuk menuju kepada karakter optimis, sebelumnya kita harus senantiasa berpikir positif, alias prasangka baik. Prasangka baik (husnudzan) dalam hakikatnya melibuti prasangka kita kepada diri kita sendiri, kepada orang di sekitar kita, kepada alam semesta, juga kepada Allah SWT..
     Kenapa prasangka baik itu penting? Sebab, seringkali sebuah permasalahan pelik yang dialami oleh manusia ternyata berasal dari diri mereka sendiri. Yakni dari bagaimana memikirkan atau berpersepsi terhadap diri sendiri dan objek-objek yang ada di sekitar mereka.
     Nah… sebaliknya, cikal bakal dari karakter pesimis adalah sikap negative thinking alias berprasangka buruk (su’uzan) kalau bahasa gaulnya suuzon. Seringkali sebuah kehancuran  itu ternyata berasal dari prasangka negatif kita kepada sesuatu.
hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari berprasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian  kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujurat: 12)

16 Januari 2011 by: Buku “Optimis dong, Guys!” + di ubah judulnya oleh saya :D

Comments

Popular Posts