Bloom.
Bloom.
Hidup bahagia.
Hidup dalam hidup.
Katanya hati adalah komando utama dalam diri. Bagaimana keadaan mu hari ini, tanyakan pada hatimu.
Selelah, sesakit, seperih apapun tubuh merasakannya, namun hati tetap kuat. Maka 'aku' kuat. Begitu juga sebaliknya, sesehat, sekuat, setangguh apapun tubuh, namun hati lemah. Maka 'aku' lemah.
Ketidakselarasan antara hati, tubuh, dan tindakan membuatku bertanya "Apakah aku hidup hari ini?" Karena itu, ku kembali mempertanyakan, "Bagaimana dengan niatku?"
Seorang penulis barat, Anthony Robbins berkata, "Ada raksasa tertidur di dalam tubuh kita"
Raksasa tertidur itulah hati kita. Dipenuhi oleh penyakit hati yang menjadikan hati kotor tertimbun dengan banyak debu dan sampah. Hati menjadi lemah. Penuh Iri, sombong, tinggi hati, kikir. (na'udzubillah)
Lalu, bagaimana membangunkan si raksasa itu?
Jawaban ini sering terdengar, ada tapi kebanyakan dari kita (begitu juga denganku) tidak menyadarinya, yaitu dengan mendekati Sang Pencipta raksasa, ALLAH. Mendapatkan arahan dari Sang Pemilik Hati.
Lillahita'ala.
Apabila kita dekat dengan Allah, maka Allah akan dekat dengan kita, begitu bukan?
Tawakkal. Ikhlas. Sabar. Syukur.
Di SMA, ada kutipan yang paling terkenang hingga saat ini, "Hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya.” (btw, itu Majmu’ Al Fatawa, 11/208).
Raja adalah pemimpin, kuat, tahan banting, mampu memimpin dan mau dipimpin. Memimpin seluruh prajuritnya bahkan saat keadaan luar tak terkondisikan. Mau dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi, Allah SWT.
Bloom. Mekarlah.
Dirimu adalah orang besar, karena sebenarnya hatimu jauh lebih besar dari yang diduga.
29 Ramadhan 1441 H
bit.

Comments
Post a Comment