Makan-makan, Bau Telur dan Narsisme!

Hari yang melelahkan, namun menyenangkan.. :D
adalah hari ini.
Saya dapat pengumuman sms dari temen, dateng kerumah Nadilah (teman saya) buat makan-makan..
Saya bersemangat untuk ikut, karena ini event yang gak boleh dilewatkan.
Saya udah siap, udah ngasih tahu ortu, udah pokoknya mantaplah!
tapi, saya masih belum tahu kenapa ada acara makan-makan, terus saya nanya Zulfa atau yang sering aku panggil Oma, dan ternyata Nadilah ULANG TAHUN!!
Saya shock!
Saya berusaha menangkan diri sendiri, saya malu, maluuu banget... karena gak tahu soal itu..
maluuu...
Dan akhirnya saya dan beberapa teman saya (salah satunya Nadilah) liqo terlebih dahulu, untuk memantapkan iman kami dengan Ustadzah Eny. Terus ngambil hasil cetakan foto-foto kita waktu perpisahan. Bagus pokoknya! Tapi, karena saya gak bawa uang yang cukup, saya titip terlebih dahulu ke Ustadz Budi untuk simpankan foto-foto yang sudah saya pilih juga saya pesan foto kami seangkatan yang besarnya 10R.. (bakalan bagus itu) tapi saya belum tahu mau taruh dimana. Nanti saya belum foto album, nanti saya beri judul GENOFIVE. (ngayal dulu deh).
Nah selesai ngurusin foto-foto, beberapa teman saya cari angkot untuk di carter ke rumah Nadilah, setelah nunggu beberapa jam sampe shalat dzuhur, akhirnya angkot datang!! Karena kami gak pake seragam jadi 3 ribu ditambah karena kami carter angkot, jadi satu orangnya 5 ribu, dan yang naik angkot ada 10 orang dan akhirnya mengumpulkan uang sebesar 50 ribu!!
Orangnya: Khuldi, Qonita, Dita, Titis, Ajeng, Syara, Nia, Falin, Alma, dan Tsabita (saya)
Sedangkan yang lain, ada yang gak ikut dan ada juga yang dateng sendiri
Orangnya: Zhafira, Thifal, Diana, Marinda, Olip, Winda, Dea R dan Kania
Dea R dan Kania berangkat sesudah kami yang naik angkot, perjalanan mulus, dan dipertengahan perjalanan hujan pun melanda Samarinda. Buat kami yang naik angkot, bukan suatu masalah, tapi buat mereka, itu masalah. Mereka gak bawa jas hujan, dan mereka bakalan basah kuyup. Kami mencemaskan mereka.
Dan beberapa menit sesudah kami sampai ke rumah Nadilah, akhirnya mereka datang, dengan baju yang basah. Sabar yaa~ Satu jam kemudian hujan pun mereda..
Saya baru tahu kalo ikhwan juga datang ke acara makan-makan, ini pertama kali buat saya acara bareng ikhwan yang selain dari sekolah. Jadi saya harus jaga pandangan.
Pengambil pertama makanan adalah ikhwan. Kita cemas makanannya habis diambil ikhwannya, tapi ternyata enggak. iyalah makanannya aja banyak~
Selesai ikhwannya ngambil, akhwat pun langsung menyerbu..
Tempat kita dipisah antara ikhwan dan akhwat, kan emang harus dipisah..
Dan saatnya makan!
Setelah selesai makan, kita foto-foto, dari foto di dalam rumah, sampai di luar rumah, tapi pas di luar rumah enggak mulai juga fotonya, sampai akhirnya Marinda datang bawa plastik, saya yakin isinya, Telur dan Tepung.
Biasa buat ngerjain Nadilah~
Dan dimulailah perang bau!
Diulai dari.... Dita. Dia ngelempar telur ke kepala Nadilah, dibuka tepung dan 'ditaburkan' ke Nadilah dan semua mulai mengikuti kecuali saya dan Winda. Di tengah perang, Thifal datang dengan mobilnya yang berada ditengah wilayah perang, dan akibatnya pintu depan bagian kanan atas mobil Thifal pun kena telur! Saya gak tahu apakah ortunya Thifal itu marah atau enggak. Sampe selang air plus airnya pun ikut menambah hasil yang sangat cukup untuk 'memperindah' perang ini.
Saya yang tidak ikut terus tetap di belakang, sudah semuanya kena bahkan Winda pun juga, jadi saya bersih, tapi... ada yang nyadar dan saya disirami air pake gayung, alhamdulillah dikit jadi saya gak terlalu kebasahan.
Waa.. teman saya baik ya ke saya kan saya anak baik, mereka gak mau nyakitin saya yang baik ini.. pede~
Dan ikhwan hanya melihat tingkah kami di perang ini..
Akhirnya perang pun berakhir saat bahan-bahan alat perang telah habis, dan akhirnya kami benar benar foto, dengan baju yang gak karuan kecuali ikhwan dan saya. Akwat pada jongkok dan ikhwan berdiri dibelakang ikhwan. Dan pernag berakhir dengan bahagia penuh tepung dan bau telur.
Ikhwan pun pulang dan sisa akhwatnya..
Ikhwan pun pergi sosok 9b asli pun bertambah muncul dan dimulailah narsisme! Pada seneng meski baju kena telur ama tepung, tetep narsis.
Dengan Nadilah yang bangga dengan telur dan tepung di badannya.
Dita dan Ajeng dengan kaos kaki basahnya..
Dan masih banyak lagi, sampai saya gak bisa ngejelasin semuanya, pokoknya banyak!
Narsis pun berlangsung sekitar 2-3 jam, sudah banyak pose yang dimunculkan.
Hingga adzan ashar pun berbunyi, sudah ada beberapa yang pulang. Kita sudah mulai capek karena terlalu banyak aksi. Saya pun juga capek, banyak aksi.
Akhirnya saya dijemput jam setengah 6 sore dan Olip yang ikut pulang dengan saya.
Dan sepilah rumah Nadilah, sisa Dita yang belum dijemput..
Ini adalah hari yang menyenangkan, bareng-bareng sebelum kita berpisah, makan bareng, foto bareng, gila bareng, bau bareng, parah bareng, bareng, bareng, dan bareng juga banyak ketawa, banyak gerak, banyak pose, banyak tepung, banyak, banyak, dan banyak.
Dan karena menyenangkan itu kita jadi capek.
Makanya ini adalah hari yang melelahkan namun menyenangkan..
Kita menggila, kita jadi bau, kita penuh putih, kita basah, dan kita kenyang..
Acara ulang tahun Nadilah yang happy ending..
Ini hari yang baik..
Samarinda, 12.06.2013
23.03 wita
Comments
Post a Comment